Latest News

Showing posts with label GOOD NEWS. Show all posts
Showing posts with label GOOD NEWS. Show all posts

Thursday, 4 November 2010

MENJADI KRISTEN ...




Menjadi Kristen: Proses Hidup Melayani Kristus
Yohanes 1:1-18
Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya. Yohanes 1:12



Menjadi orang Kristen adalah proses terus menerus untuk percaya dan tinggal di dalam Kristus.  Adalah kepalsuan identitas jikalau seseorang mengaku Kristen di waktu lalu saja; sementara hidupnya tidak di dalam kesungguhan bagi Tuhan pada saat ini.  Adalah kepalsuan identitas jikalau seseorang berpikir akan menjadi pengikut Kristus yang sungguh di waktu yang akan datang; sementara mulutnya hanya mengaku 'kristen'.
Kehadiran Yesus Kristus sebagai penyataan Firman yang kekal itu dikerjakan dengan tujuan menyelamatkan manusia.  Allah yang kudus dan sempurna datang kepada manusia yang berdosa dan bercacat cela.  Kerendahan hati Allah menjadi manusia adalah anugerah terbesar yang dapat ditemukan dalam hidup manusia yang sementara ini.
Kehadiran orang percaya bukan sekedar dahulu mengaku Kristen dan percaya Yesus Kristus dengan segala karya-Nya; tetapi sejak kelahiran barunya menjadi saksi Kristus.  Menjadi Orang percaya berarti terus menerus hidup menjadi saksi.
Tuhan mau kita bukan menjadi orang Kristen  yang asal-asalan. Kekristenan yang asal-asalan tidak akan menghasilkan perubahan yang baik; justru kerap kali menyisahkan dosa terselubung yang makin memperburuk hidup orang tersebut; yakni: hidup dalam Kristen religi.  Kristen tanpa Kristus.
Kehadiran Tuhan selalu membawa perubahan bagi hidup manusia.  Manusia yang berjumpa dengan Kristus tidak pernah lagi menjadi orang yang sama.  Manusia yang berjumpa dengan Kristus memancarkan terang dengan mengenyahkan kegelapan.  Manusia yang yang berjumpa dengan Kristus memiliki kerinduan melayani dan bersaksi bagi Kristus.
Tuhan mau kita menjadi anak-anak Allah; yakni memperoleh anugerah Allah bukan saja dalam hal keselamatan; tetapi mendapatkan kuasa untuk terus menerus hidup sebagaimana seharusnya orang Kristen hidup.  Kuasa dari Allah itu mampu mengubahkan hati manusia; mampu membuat perbedaan yang kontras antara orang Kristen yang di dalam Kristus dan orang sekedar mengaku Kristen.


Source : jeffrysudirgo-blogspot.jp

Tuesday, 2 November 2010

SEBUAH NAMA BARU





SEBUAH NAMA BARU
(Baca: Yohanes 1:35-42)
 Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah. Yohanes 1:42

Makna sebuah nama menunjukkan beberapa hal dalam diri seseorang.  Nama dapat berarti menunjukkan identitas seseorang sebagai individu yang unik diantara sekelompok masyarakat.  Nama juga dapat berarti menunjukkan suatu harapan dari orang tua atau wali akan masa depan dari orang tersebut.
Beberapa orang di gereja mengubah nama mereka ketika percaya dan dibaptis sebagai anggota tubuh Kristus.  Mereka melakukan ini sebagai lambang dirinya yang lama telah ditanggalkan dan mengenakan manusia baru di dalam Yesus Kristus.
Demikianlah yang terjadi pada Simon anak Yohanes ketika berjumpa dengan Yesus Kristus.  Simon akan dinamakan Kefas/Petrus, yang artinya batu karang.  Perjumpaan Kristus dengan Simon bukan saja memprediksi adanya perubahan masa depan; tetapi juga jalannya sejarah kehidupan manusia dipengaruhi oleh tokoh penginjil yang bernama Petrus.
Peristiwa kehadiran Yesus Kristus dalam hidup Simon bermula dari Andreas saudaranya.  Andreas adalah murid Yohanes Pembaptis yang sungguh mendengar ajaran Yohanes; sehingga ia mengikuti 'Anak Domba Allah' itu (Yohanes 1:36).  Mereka mengetahui bahwa sebutan 'Anak Domba Allah' mengacu kepada Mesias yang diharapkan; mengacu kepada utusan Allah yang menghapuskan dosa manusia.
Andreas bersama seorang murid Yohanes Pembaptis yang tidak diketahui namanya; memanggil Yesus sebagai rabbi (sebutan hormat untuk guru yang bijaksana).  Mereka tahu pembelajaran dari guru istimewa memerlukan waktu yang cukup intensif.  Karena hal itulah, mereka menanyakan tempat tinggal Yesus Kristus untuk belajar dan mengenal Kristus.  Merekapun disambut dalam rumah di mana Yesus tinggal.
Perjumpaan dengan Yesus membuat Andreas segera mencari Simon saudaranya.  Dikatakan: 'Andreas mula-mula bertemu dengan Simon' (ayat 41).  Menunjukkan beberapa hal kemungkinan yang lakukan Andreas:
1.      Andreas orang pertama yang membawa murid kepada Yesus Kristus sebelum yang lain datang.
2.      Andreas pulang dari tempat tinggal Yesus.  keesokan paginya sebelum melakukan kegiatan apapun, ia menjemput Simon untuk melihat Yesus.
3.      Andreas langsung mengunjungi Simon begitu selesai dari tempat tinggal Yesus waktu itu juga.

Pemaparan ini menunjukkan kesamaan waktu yang 'segera' setelah Andreas berjumpa dengan Yesus Kristus.  Ada perubahan hidup; ada sukacita; ada keantusiasan yang besar setelah menemukan orang yang sangat diharapkan oleh Israel.
Kehadiran Yesus Kristus bagi orang percaya menghasilkan suatu potensi dan energi keluar yang baru.  Bukan saja sikap dan tindakan yang berbeda, tetapi juga cara hidup dan masa depan yang berbeda pula.  Yesus Kristus hadir dan Andreas menjadi seorang penginjil yang sangat produktif (Mat.10:2; Mrk.3:17; Yoh.6:8-9; 12:22).  Yesus Kristus hadir dan masa depan Simon berubah.  Nama Simon boleh berubah dan nama Andreas boleh tetap; tetapi ada perubahan hidup pada kedua orang ini.  Mereka menjadi orang dengan identitas yang baru; bukan secara fisik tetapi secara rohani.  Sebuah nama baru dalam hidup rohani adalah babak baru dalam kehidupan.  Ya sebuah kehidupan.



Source : jeffrysudirgo-blogspot.jp 

Friday, 29 October 2010

APAKAH ANDA SEDANG BERSIAP KETIKA GENAP HARINYA?


 
APAKAH ANDA SEDANG BERSIAP
KETIKA GENAP HARINYA?
Kejadian 7:10-16; Matius 24:37-39
Karena iman, maka Nuh -- dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan -- dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya.  Ibrani 11:7


Beberapa waktu ini Indonesia dihempaskan berkali-kali oleh musibah berskala nasional.  Mulai dari bencana banjir bandang di Wasior, Papua; musibah banjir di Jakarta, gempa dan tsunami di Mentawai; hingga letusan Gunung Merapi di Jawa Tengah.  Tak pelak bahwa korban mengalami banyak kerugian, kedukaan dan trauma yang tidak kecil.
Menyikapi akan apa yang terjadi pada akhir-akhir ini, timbul sejumlah pertanyaan dalam hati banyak orang: Apakah dunia akan segera berakhir?  Apa yang harus kita lakukan sebagai anak-anak manusia?  Apakah kita sedang bersiap ketika genap hari-Nya?
Kisah Nabi Nuh adalah gambaran apa yang terjadi dan akan terjadi pada kehidupan manusia di muka bumi ini.  Anak-anak manusia sibuk untuk makan dan minum, kawin dan mengawinkan,menanam dan membangun, membeli dan menjual, berkarier, mengejar nafsu, impian dan ambisi hidupnya.  Manusia di jaman Nuh hidup berdasarkan apa yang disukai dan diinginkan semata tanpa memperdulikan apa yang menjadi panggilan dan kehendak Tuhan. 
Singkat cerita, manusia yang berkubang dalam dosa dan tidak hendak bertobat harus menghadapi hari Tuhan; hari di mana Tuhan menyatakan akhir dari segalanya di dunia.  Bencana air bah terjadi bukan tanpa peringatan, tetapi Tuhan sudah mengingatkan lewat Nabi Nuh yang memberitakan Injil (I Petrus 3:19-20; II Petrus 2:5).  Nuh berhasil membawa 8 orang percaya hari Tuhan dan semua keluarganya itu diselamatkan.  Orang-orang yang lain menganggap aneh, tidak masuk akal dan tidak percaya kepada pemberitaan Injil oleh Nabi Nuh harus menghadapi kebinasaan kekal.
Hari Tuhan akan datang pada waktu-Nya, persis tak terduga seperti jaman Nuh maupun jaman Lot di Sodom dan Gomora.  Hari Tuhan akan datang bukan menyapu sebagian bumi, tetapi mengakhiri seluruh hidup umat manusia (kiamat).  Orang yang percaya sungguh-sungguh dan mengikut Isa Almasih terhitung masuk di dalam bahtera keselamatan (Yohanes 3:16).
Kemarin saya baru saja menerima kiriman sebuah  foto via hand phone bergambar sesosok mayat korban merapi hangus terkena awan panas 600 Celcius.  Posisi orang ini sedang bersujud, dan besar kemungkinan adalah jenazah dari Mbah Marijan.  Membaca berbagai ulasan media massa tentang hidupnya, saya sedih dan prihatin terhadap sosok kakek yang baik, berjasa besar dan bertanggung jawab terhadap tugasnya di Gunung Merapi. 
Terbersit dalam pikiran saya, 'Apakah kakek dan banyak korban lainnya sudah  menerima Isa Almasih di dalam hidup mereka?'  'Berapa diantara mereka yang menjumpai ajalnya akan masuk surga?'  Pertanyaan ini memang sulit diukur saat ini, tetapi setidaknya menjadi refleksi buat kita semua selagi kita berdoa dan berpartisipasi dalam membantu bencana di Indonesia ini. 
Apakah kita sudah sungguh-sungguh percaya Tuhan Yesus Kristus sebagai Isa Almasih yang menjadi Juruselamat kita (Yohanes 14:6)?  Apakah kita sudah membawa keluarga dan orang-orang yang kita kasihi mendengar dan mengenal Tuhan Yesus Kristus?  Apakah kita sedang mengerjakan kehendak Tuhan dan menjawab panggilan-Nya?  Apakah kita sedang bersiap ketika genap hari-Nya? 
Melalui peristiwa akhir-akhir ini, harusnya menyadarkan kita untuk tidak tinggal diam, apalagi berpangku tangan seolah-olah tidak terjadi apa-apa.  Kita dipanggil untuk menyatakan kasih Kristus  kepada orang lain lewat perbuatan yang nyata.  Kita dipanggil untuk mengerjakan bagian kita sebagai orang-orang yang mengenal kasih karunia Allah, baik lewat Gereja maupun lembaga kemanusiaan yang dapat dipercaya.  Lewat hal ini kita diingatkan akan makna ada kehidupan setelah kematian.  Seperti ada tertulis, 'Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang' Sebab itu hendaknya kamu juga siap sedia' (Matius 24:42b; 44a). 

Source : jeffrysudirgo-blogspot.jp 

Tuesday, 26 October 2010

DILEMA ABARAHAM: DILEMA ANDA & SAYA




DILEMA ABRAHAM:
DILEMA ANDA DAN SAYA
Dan Abraham menamai tempat itu: "TUHAN menyediakan"; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung TUHAN, akan disediakan."
Kejadian 22:14


Mendapatkan sebuah kepastian atas jalan keluar permasalahan jauh lebih diinginkan oleh setiap orang dari pada selusin janji mengenai kekuatan dalam menghadapi permasalahan.  Terkadang hal ini menimbulkan frustasi bagi orang yang hidup dalam ketidakpastian akan masa depannya.  Apalagi bila janji itu mengarahkan pada tindakan yang berlawanan sama sekali dengan akal sehat.
Inilah yang kurang lebih dialami oleh Abraham ketika menghadapi masalah dengan keinginannya sendiri.  Suatu masalah besar bagi orang yang serba berkelimpahan tetapi tidak mempunyai anak sebagai ahli waris atau kebanggan keturunan di kemudian hari.
Abraham ingin sekali mempunyai anak.  Ia memohon dengan sangat dan sungguh dan tekun pula untuk mendapatkan anak yang diinginkannya.  Mulanya ia mendapatkan hanya janji setelah berdoa hingga umur 75 tahun..!  Kemudian Ia harus menunggu lagi selama 25 tahun�! Hanya untuk mendapatkan seorang anak laki-laki.
Setelah semua ini tergenapi; lebih heran lagi adalah Tuhan memerintahkan Abraham untuk mengorbankan anaknya yang satu-satunya itu agar dipersembahkan bagi Allah.  Tidak masuk akal; sepertinya hanya janji kosong belaka yang dinyatakan Tuhan hampir 40 tahun yang lalu.
Di sinilah sebenarnya Tuhan menguji hati Abraham.  Apakah ia mengasihi Tuhan sepenuhnya dan mengandalkan-Nya dalam segala hal yang terjadi dalam hidup Abraham.  Abraham berhasil percaya dan taat.  Ia mendapatkan apa yang sesungguhnya dijanjikan kepada Abraham sebagai bagian untuk menggenapkan rencana Allah melalui Abraham dan mengalir terus menjadi berkat bagi seluruh dunia.
Bagaimana dengan kita saat ini?  Adakah kita sedang dalam permasalahan yang berat?  Ketidakpastian telah membawa banyak manusia; termasuk orang-orang Kristen dalam keadaan frustasi; tertekan bahkan depresi karena keletihan bertahan dalam dilema yang berat.  Berbuat terus apa yang diyakini benar dan melepaskan karena keadaan yang tidak memungkinkan untuk bertahan.  Tidak mudah; sungguh tidak mudah berada dalam dilema buah simalakama.  Makan; bapa mati.  Tidak makan; ibu mati. 
Sekarang yang menjadi langkah bukan lagi memperoleh janji; sebab Tuhan telah memberikan janji-Nya.  Saat ini adalah bagaimana mengambil keputusan disertai dengan ketahanan yang kuat untuk tetap bertindak dengan iman.  Taat bukan berarti diam dan membiarkan mujizat terjadi dengan sendirinya.  Taat juga bukan berarti kita tidak mengambil bagian apa-apa dan keadaan tiba-tiba membaik.  Taat adalah tindakan iman untuk berbuat berdasarkan pertimbangan terbaik.  Taat adalah percaya janji Allah akan memelihara orang-orang yang mengasihi Tuhan dengan sepenuhnya.  Dilema tinggal dilema, jikalau tidak diambil keputusan bertindak dan menerima segala konsekuensi keputusan sendiri.  Kiranya Tuhan menolong kita.

Source : jeffrysudirgo-blogspot.jp 

Monday, 25 October 2010

DIPERMALUKAN




DIPERMALUKAN
Mazmur 25:20
Jagalah kiranya jiwaku dan lepaskanlah aku;
janganlah aku mendapat malu, sebab aku berlindung pada-Mu.


Siapa sih yang senang dipermalukan?  Sebagian orang lebih senang mempermalukan orang lain dari pada berada dalam keadaan dipermalukan.  Semua orang ingin dihargai, diakui dan dihormati dengan baik.
Ada berbagai macam reaksi orang yang merasa dipermalukan: mulai dari tersinggung dengan berdiam diri, marah dan membalas dengan kata-kata kasar hingga menghabisi nyawa orang lain lantaran merasa harga diri diinjak-injak.
Kata: 'malu' memiliki arti berada dalam keadaan tidak diakui, tidak dihormati, perasaan kehilangan reputasi dan kehilangan kesukaan.  Kamus Besar Bahasa Indonesia  Edisi 2 (Balai Pustaka: 1996)  menuliskan definisi malu sebagai: perasaan sangat tidak enak hati/hina/rendah karena berbuat sesuatu yang kurang baik; segan melakukan sesuatu karena rasa hormat/takut dan keadaan kurang senang.
Daud dalam mazmurnya memohon Tuhan untuk menolong memimpin, membimbing dan melindunginya dari rasa dipermalukan oleh musuh.  Pengertian musuh dapat berarti orang-orang yang mencoba untuk merugikan dan mencelakakan dirinya.  Musuh juga dapat diartikan sebagai segala godaan yang membuatnya jauh dari Tuhan atau berada dalam dosa.
Daud menuliskan mazmur ini dalam keadaan mood yang tidak baik.  Ia merasakan stress yang sangat berat dan merasa berjuang sendiri dalam hidup.  Orang yang mengalami perasaan seperti ini biasanya cepat tersinggung dan gampang putus asa karena mood yang tidak baik.
Pengharapan dan kelegaan Daud peroleh ketika ia menaikkan pujian dan doanya kepada Tuhan di dalam kepercayaan dan pengharapan yang teguh.  Apa yang Daud lakukan untuk memperoleh kelegaan dan anugerah Allah?
Pertama, Daud mengakui dirinya orang berdosa dan meminta pimpinan Tuhan.  Kedua, Daud menaruh kepercayaan dan pengharapan kepada Tuhan.  Inilah anugerah Tuhan yang membuat Daud keluar dari rasa malu jatuh di dalam jeratan musuh.
Jikalau kita rindu dipulihkan oleh Tuhan dari keadaan frustasi menjadi lega, jikalau kita ingin memperoleh rasa sukacita dan terbebas dari rasa malu karena berbuat salah, jikalau kita ingin memperoleh pengakuan dan penerimaan penuh, maka kita dapat datang dan menyerahkan diri kepada Allah.
Dipermalukan memang tidak enak, tetapi jauh lebih baik tahu apa itu malu dan memperoleh pengakuan Tuhan dari pada tidak tahu rasa malu dan merasa diri benar dan kemudian tidak membutuhkan bimbingan Tuhan.  Kiranya Tuhan menolong kita.

Source : jeffrysudirgo-blogspot.jp 

Monday, 18 October 2010

ANDA MEMPUNYAI MASALAH?


ANDA MEMPUNYAI MASALAH?
Yohanes 2:1-11
Setiap keluarga mempunyai masalah sendiri; demikian pula setiap orang.  Pemecahan masalah dilakukan secara bermacam-macam: mulai dari pengenalan masalah dengan lebih baik; pengantisipasian masalah yang mungkin terjadi; sampai perencanaan ke depan.  Kesemuanya itu baik, namun bukankah semuanya itu masih dalam keterbatasan manusia yang kerap kali masih dipusingkan dengan masalahnya?  Bagaimana menyelesaikan masalah yanga ada; atau setidaknya menghadapinya dengan baik?
Kisah perkawinan di Kana yang terkenal dengan mujizat Yesus pertama kali dicatat sebagai peristiwa unik di mana Allah menunjukkan kemurahan kepada manusia.
Waktu itu Maria juga hadir di pesta perkawinan di Galilea itu dan mengetahui pula keadaan tuan rumah yang kehabisan anggur.  Adalah sesuatu yang sangat memalukan bila sebelum akhir pesta perkawinan (ada yang hingga sekitar 7 hari); jamuannya sudah habis lebih dahulu.  Apakah tuan rumah tidak mempersiapkan rencana dengan baik?  Apakah tamu-tamu yang hadir sangat kehausan dan kelaparan? Apapun sebabnya; saat itu masalah begitu besar:diambang kegagalan pesta.
Maria prihatin terhadap masalah tuan rumah itu.  Ia percaya dan melihat bahwa satu-satunya solusi atas segala masalah manusia dapat datang kepada Yesus.  Bukankah Yesus Kristus adalah Tuhan yang menjadi manusia dalam segala kesediaan untuk merendahkan diri melayani?  Inilah yang mendorong Maria berkata kepada para pelayan untuk mengikuti perintah Yesus.  Ada kemungkinan Maria terlibat dalam panitia perayaan atau masih ada hubungan kerabat jauh dengan pengantin baru itu.
Yesus akhirnya menyelesaikan masalah dengan meminta menuangkan air ke dalam 6 tempayan yang berisi 2-3 buyung (ayat 6).  Perkiraan isinya adalah 31 lt/buyung x 3/tempayan x 6tempayan= 560 lt.  Jumlah yang banyak dengan kualitas yang sangat baik (ayat 10).  Mujizat Yesus pertama kali mengubah air menjadi anggur diketahui oleh para pelayan yang taat mengikuti perintah Yesus.  Semula tampaknya seperti tidak masuk akal; namun ketika mereka taat; mereka melihat kuasa Allah dinyatakan.
Masalah dalam hidup ini amat bervariasi dan tidak jarang membuat kesulitan yang sangat amat bagi seseorang.  Di sinilah saatnya bagi setiap orang untuk kembali melihat bahwa: Tuhan Yesus Kristus mampu menolong kita dengan segala masalah yang kita hadapi; apapun dan bagaimanapun masalah itu adanya.
Yesus Kristus meminta ketaatan dari kita agar Ia dapat bekerja melalui dan di dalam kita.  Kristus ingin agar setiap orang percaya dapat menghadapi bahkan menyelesaikan masalahnya; bahkan lebih dari itu:menjadi berkat bagi penyelesaian masalah orang lain.  Apapun dan bagaimanapun Tuhan meminta kita melakukan sesuatu adakah kita bersedia dengar dan taat?  Mohon Tuhan menolong kita.  Amin.

Source : jeffrysudirgo-blogspot.jp 

Friday, 15 October 2010



BERBAGI KEBAIKAN
Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! Filipi 4:5


 Apakah Anda ingin memperoleh damai sejahtera Allah?  Apakah Anda merindukan pemeliharaan Tuhan berlaku atas hidup Anda?  Apakah Anda ingin dapat penyertaan Tuhan dalam hidupmu?  Bila ya, marilah kita menyimak sejumlah nasihat Paulus terhadap jemaat di kota Filipi. 
Paulus mengajak orang-orang percaya untuk hidup di dalam Tuhan walaupun berada dalam situasi yang sulit.  Surat Paulus kepada jemaat Filipi boleh dikatakan sebagai surat sukacita, sebab banyak kalimat dan nada kegembiraan di dalam Tuhan terkandung dari surat ini.  Menariknya adalah pada saat Paulus menulis surat sukacita ini, ia berada di dalam sel penjara yang pengap, kotor, bau, gelap dan besar kemungkinan disertai banyak tikus dan kecoa. 
Pada umumnya orang yang berada dalam keadaan seperti Paulus di penjara lebih muda bersungut-sungut, frustasi bahkan putus asa.  Mengapa Paulus bisa bersukacita di saat sulit? Apa rahasianya sehingga Paulus bisa mendapat kekuatan berlimpah-limpah dari Tuhan?
Belajar dari surat Filipi, setidaknya kita bisa melihat bagaimana Paulus bukan saja merasakan kekuatan berlimpah tetapi berani mengatakan bahwa janji-janji Tuhan itu berlaku di dalam kehidupan orang-orang yang mengikut Tuhan.  Alasan pertama adalah, Paulus tidak memikirkan nasibnya sendiri melainkan memikirkan kebaikan orang lain.
Paulus menasihati Euodia dan Sintikhe yang kemungkinan sedang konflik.  Paulus bahkan meminta dengan sangat kepada Sunsugos agar menolong mendamaikannya.  Terlebih lagi, Paulus dengan jelas mengajak jemaat Filipi agar menyatakan kebaikan kepada orang-orang lain (ayat 5).  Kebaikan tidak boleh disimpan sendiri apalagi dimanipulasi untuk kepentingan sendiri atau nafsu duniawi.  Kebaikan harus dibagi agar orang lain merasakan dan diberkati melaluinya.
Alasan kedua Paulus bersukacita di tengah kesulitan bahkan memperoleh kekuatan berlimpah adalah karena berpikir seperti yang Tuhan mau.  Dalam suratnya dengan jelas mengajak pembaca untuk memikirkan yang benar, mulia, adil, suci, manis dan semua yang baik.
Berpikir seperti yang Tuhan mau adalah latihan setiap hari.  Dibutuhkan komitmen untuk mengusahakan.  Yang menjadi pertanyaan bukan apakah orang Kristen bisa atau tidak bisa, melainkan mau atau tidak mau untuk berpikir seperti yang Tuhan mau.
Beberapa waktu lalu saya baru menyadari bahwa dua ekor burung yang saya pelihara di sangkar ternyata adalah burung yang memikirkan kebaikan burung lain.  Semula saya jengkel, karena setiap kali diberi makan maka tidak lama kemudian makanan itu tercecer di lantai.  Dalam hati saya berpikir, 'burung ini tidak menghargai makanan!  Diserak-serakkan makanan semaunya.'
Kemudian, sewaktu habis memberi makan dan membersihkan kotoran burung serta memberi minum air, saya sembunyi tetapi dengan iseng mengamati tingkah laku burung-burung itu.  Astaga, ternyata dia sering bersiul-siul di pagi hari ataupun waktu lain karena sedang berkomunikasi dengan burung lain di luar sangkar.  Burung liar di luar itu makan dari makanan yang sengaja dibagi oleh burung-burung saya.
Entah apa karena hidup di perkotaan lebih sulit bagi burung dari pada hidup dalam sangkar yang lengkap makanan dan minuman?  Saya tidak tahu.  Tetapi yang saya lihat, dapat saya simpulkan bahwa dua ekor burung peliharaan saya yang disebut Nuri itu membagi kebaikan kepada burung-burung lain.  Ini pelajaran yang luar biasa dari peristiwa alam yang biasa!
Jauh sebelum saya mengerti secuil dinamika kebaikan burung, Tuhan sudah mengajarkan di dalam Alkitab tentang kebaikan yang harus dibagi agar orang lain melihat kebaikan Tuhan.  Anda ingin mendapat dan merasakan janji-janji Tuhan?  Belajarlah berpikir seperti yang Tuhan mau.  Belajarlah untuk berbagi kebaikan.  Amin.

Source : jeffrysudirgo-blogspot.jp 

Sunday, 10 October 2010



NYATAKAN KHARISMA KRISTENMU'!


Kejadian 14:17-24

Tidak ada kehidupan Kristen yang lebih nyata dengan perbuatan dari pada kata-kata atau pemikiran belaka. Setiap orang yang sungguh-sungguh merindukan menjadi seorang Kristen berdampak pada lingkungan dan orang-orang sekitar, maka ia harus mempraktekkan kharismanya.
Kharisma dalam kamus Oxford diterjemahkan dengan pengertian kemampuan yang sangat kuat untuk menarik atau kualitas yang sangat baik sehingga menimbulkan inspirasi. Kharisma sendiri dari akar kata bahasa Yunani berarti anugerah Tuhan dalam diri seseorang.
Abram adalah contoh bagi setiap kita tentang hidup Kristen yang nyata. Kehidupan Kristen yang berdampak tidak dibatasi hanya dengan doa, baca Alkitab dan ke Gereja. Kehidupan Kristen yang memberi dampak diwujudkan dalam tindakan nyata dalam rangka meresponi anugerah Tuhan.
Abram yang sudah disertai Tuhan dalam mengalahkan Kedorlaomer dan raja-raja sekutunya, mendapat berkat sekali lagi dari Imam Melkisedek, raja Salem (lihat artikel saya tentang asal-usul Urusalim). Abram menyadari bahwa semua keberhasilan yang dialami adalah berkat Tuhan yang perlu disalurkan dan bukan disimpan sendiri.
Kharisma bapak orang percaya ini begitu besar, berdampak pada masyarakatnya, bahkan pada ribuan tahun setelah meninggalnya adalah tidak lain karena ia mempraktekkan kharismanya. Abram menunjukkan kesaksian hidup percayanya dengan memberikan perpuluhan, menolak mengingini harta orang lain dan memperhatikan kesejahteraan pengikutnya.
Banyak orang ingin berkat Tuhan dan ketika sudah diberkati sedemikian besar oleh Tuhan, justru pelit di dalam memberikan perpuluhan. Banyak orang tahu makna perpuluhan (Maleakhi 3:10), tetapi imannya kepada Tuhan tidak sampai seper sepuluh.
Ironis sekali setiap kali saya mendengar sesama orang Kristen bertengkar bahkan sampai di pengadilan karena masalah harta atau tentang hal kepemilikan. Menyedihkan melihat pengusaha-pengusaha Kristen yang kemudian memeras bahkan menekan biaya hidup dari pegawainya. Tragis memang bila mendengar usaha seseorang pengusaha Kristen begitu diberkati Tuhan sementara kesejahteraan pegawainya dilalaikan. Ada orang yang begitu setia bekerja puluhan tahun dengan baik, tetapi gajinya naik sangat sedikit dan dibawah standar kelayakan.
Siapapun kita dan apapun pekerjaan kita, hari ini Firman Tuhan datang mendorong kita untuk mempraktekkan kharisma Kristen yang sudah diberikan Tuhan. Mari kita belajar setia memberikan perpuluhan, belajar untuk tidak tamak dengan mengingini apa yang bukan milik kita, belajar untuk memperhatikan orang-orang yang mengikut/bekerja pada kita atau berada dalam satu kelompok/tim dengan kita. Amin.

Source : jeffrysudirgo-blogspot.jp 

Monday, 4 October 2010

SUDAH PADAMKAH LENTERAMU?



































SUDAH PADAMKAH LENTERAMU?
Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin. Matius 24:12


Beberapa saat yang lalu ada seorang bertanya mengenai transport dari Surabaya-Lumajang kepada saya. Belum sempat saya membalas, ternyata informasi ini dia tanyakan untuk membantu seorang yang mengaku Pendeta dan mencari dana untuk membangun gerejanya di pelosok daerah. Katanya, rohaniwan ini susah banget mendapat dana dari berjualan minyak. Ia sudah berkeliling gereja-gereja besar tapi ditolak.
Terbersit dalam pikiran saya adalah: 'apakah orang ini benar Pendeta atau dia sebenarnya penipu yang menyamar?' Saya pribadi banyak kali menjumpai dan mendengar banyak cerita mengenai orang yang mengaku baik padahal penipu. Singkat cerita, rupanya orang yang bercerita kepada saya sudah mengecek kebenarannya dan orang ini memang membutuhkan bantuan.
Siapa sih yang tidak tahu kalau dunia ini jahat? Orang polos mana yang tidak tahu bahwa di dunia ini ada banyak penipu yang menyamar sebagai orang baik? Namun sayang, seringkali keadaan dunia yang tidak baik menjadikan banyak orang Kristen pasif. Yesus Kristus menggambarkan keadaan itu sebagai 'kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin' (ayat 12). Inilah gambaran keadaan dunia yang sedang terjadi saat ini.
Saya jadi berkaca, apakah kasih saya terhadap orang lain menjadi dingin? Pertimbangan sebelum menolong orang lain adalah hal yang penting. Siapa sih yang mau ditipu dan dirugikan?? Tetapi bila hal itu membuat kita menjadi Kristen yang pasif dan tidak menunjukkan kasih, maka kita sedang hanyut dalam kedurhakaan dunia.
Bagaimana dengan Anda dan saya saat ini? Apakah kita masih menjadi pengikut Kristus yang didorong oleh semangat kasih Kristus atau jangan-jangan justru didorong oleh ketakutan dan kekuatiran dunia? Kiranya Tuhan menolong kita untuk boleh terus mengalirkan kasih Tuhan kepada orang di sekitar kita. Seperti ada pepatah 'jangan tunggu bola datang, kita harus jemput bola', mendorong kita untuk tidak jadi Kristen yang pasif tetapi aktif melakukan Firman Tuhan. Maukah Anda?

Source : jeffrysudirgo-blogspot.jp 

Sunday, 3 October 2010

MISI UNTUK DISELESAIKAN



MISI UNTUK DISELESAIKAN
Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku
dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. Yohanes 3:34
Pernakah Anda bertanya,'hidup ini untuk apa?' Ketika menuliskan renungan ini, saya teringat peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu. Seorang bapak terkena api semburan dari tabung gas elpiji yang bocor. Ketika melihatnya di ruang ICU, saya sama sekali tidak mengenali wajahnya. Gosong. Tidak sampai seminggu akhirnya bapak ini dipanggil Tuhan. Minggu sebelumnya masih bertemu di Gereja dengan kondisi sehat, baik dan ceria. Hari itu sudah dipanggil Tuhan dengan kondisi tidak sadarkan diri.
Beberapa hari kemudian, seorang jemaat kami yang usianya sudah 102 tahun juga dipanggil Tuhan. Sudah cukup lama oma ini terbaring di ranjangnya, penglihatannya kabur dan tidak jelas mendengar suara orang-orang di sekitarnya. Kejadian semua ini begitu mengejutkan dan nyata menghampiri setiap manusia. Apakah arti hidup manusia?
Apabila kita melihat peristiwa perjalanan Yesus di daerah Samaria, maka terlihat adanya misi hiudp yang jelas yang terpancar dari perkataan-Nya. Tuhan Yesus datang ke dalam dunia untuk sebuah misi: Menyatakan Karya Keselamatan Allah kepada Manusia. Tuhan Yesus Kristus datang ke dalam dunia dan menjadi manusia, membatasi diri di dalam ruang dan waktu bukan sekedar ada, hidup, berkarya, tetapi menyelesaikan misi Allah.
Demikian pula dengan banyak bagian Alkitab yang menceritakan misi hidup para tokohnya. Abraham memiliki sebuah misi hidup untuk membawa seluruh keluarganya ke Tanah Perjanjian. Yusuf memiliki misi hidup untuk menyelamatkan Israel dari bencana kelaparan. Musa memiliki misi hidup untuk membebaskan Israel dari penjajahan Mesir. Demikian pula dengan para Hakim yang mengemban misi dari Tuhan untuk menyelamatkan Israel dari penjajahan bangsa-bangsa lain. Paulus memiliki misi hidup untuk mengabarkan Injil kepada orang non Yahudi.
Yesus Kristus ada di dunia sekitar 33,5 tahun untuk sebuah misi Allah. Ia mengerjakan pelayanan sekitar 3,5 tahun dengan motto: 'Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia'. Ia memiliki target dan sasaran yang jelas sehingga tahu apa yang harus diselesaikan.
Kata 'selesai' di dalam Yohanes 4:34 mempunyai makna: menggenapi, mengerjakan sampai akhir/lengkap. Kata ini jelas mempunyai maksud untuk menggenapi nubuatan Kitab Suci di Perjanjian Lama. Kata ini sekaligus memaknai kasih dan kehadiran Allah kepada manusia. Kata ini pula memberikan jawaban atas kebutuhan terdalam manusia yang dicari sepanjang segala abad. Yesus menyelesaikan-Nya sampai tuntas (Yohanes 19:30).
Apakah arti hidup Anda? Tahukah Anda, mengapa Allah mengijinkan kita semua hidup saat ini (bukan hanya sampai kemarin) karena ada misi Tuhan yang harus kita kerjakan? Tahukah Anda, jikalau Tuhan mengijinkan kita hidup di hari esok berarti ada hal-hal yang harus kita kerjakan bagi Dia? Apakah Anda sedang mengerjakan misi hidup yang sesungguhnya? Bila belum, mari kita mulai dari sekarang selagi ada waktu untuk hidup bagi Tuhan. Amin.


Source : jeffrysudirgo-blogspot.jp

Friday, 1 October 2010

DOA PAGI HARI DAUD

















DOA PAGI HARI DAUD
Tetapi semua orang yang berlindung pada-Mu akan bersukacita Mazmur 5: 12

Adalah baik bagi setiap orang percaya untuk memulai hari-harinya bersama dengan Tuhan. Setiap perkara, kesulitan dan beban berat yang dihadapi seseorang bisa membuatnya letih, lesuh dan berputus asa. Bersandar pada kekuatan dan pertolongan dari Tuhanlah yang membuat hidup orang percaya berbeda dari orang-orang pada umumnya.
Daud menyadari pentingnya kekuatan dan pertolongan dari Tuhan di dalam hidupnya. Itu sebabnya ia memulai harinya dengan berdoa dan mencari wajah Tuhan. Apabila kita melihat lebih dalam ayat 4 '' dan aku menunggu-nunggu'Memiliki pengertian yang aktif di dalam menghadap Tuhan. Kata 'menunggu' bukan tindakan pasif dengan berdiam, tetapi lebih pada memperhatikan, mengamati, menaruh pandangan kepada Tuhan. Di sinilah kekuatan dan kekayaan Firman Tuhan diselami oleh Daud.
Pengalaman Daud banyak dalam suka dan duka, baik mengalahkan Goliat si raksasa Filistin, dikejar oleh ribuan tentaranya Saul, dikudeta Absalom anaknya sendiri sampai wabah penyakit yang mendera Israel. Di balik itu semua, Daud sadar bahwa orang yang berlindung pada Tuhan akan bersukacita (Mazmur 5:12).
Kata 'berlindung' di dalam Mazmur 5:12 memiliki pengertian lari untuk mendapat perlindungan, menaruh pengharapan. Kata inipun sifatnya aktif, yakni suatu tindakan nyata yang dilakukan untuk masuk di dalam tempat perlindungan Tuhan. Apakah hal-hal itu? Bisa berupa doa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan, mengambil langkah-langkah yang benar dan sesuai dengan Firman Tuhan.
Hari ini banyak orang memberikan banyak alasan untuk tidak datang kepada Tuhan di pagi hari. Ada yang mengatakan tidak sempat karena sibuk, tidak ada waktu, malas, tidak mengerti berdoa dan bagaimana membaca Alkitab, dst. Banyak orang hanya sekedar datang kepada Tuhan di dalam pembacaan renungan harian dan kemudian buru-buru melanjutkan aktivitas pekerjaannya. Sebentar membaca Alkitab, kemudian melakukan cara-cara dan tindakan yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan. Itulah sebabnya hari yang dilalui terasa berat dan sendiri karena tidak melibatkan Tuhan sepenuhnya.
Hari ini apakah Anda ingin mendapatkan pengharapan, kekuatan dan sukacita dari Tuhan? Bila ya, mari kita bersama sama belajar seperti doa Daud di pagi hari. Mari kita menyediakan waktu untuk merenungkan dan mengamati Firman Tuhan, kemudian belajar melalui hari itu dengan kegiatan dan aktivitas yang berkenan di hati Tuhan. Mari kita minta hikmat-Nya agar menjadi orang yang 'cerdik seperti ular dan sekaligus tulus seperti merpati'. Amin.


Source : jeffrysudirgo-blogspot.jp 

Monday, 17 May 2010

UNIKNYA PEMELIHARAAN TUHAN




































UNIKNYA PEMELIHARAAN TUHAN
Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana. I Raja-raja 17:4

Bagaimana ya rasanya bila kita dapat makan dan minum gratis? Ya, itulah yang dialami oleh Elia ditengah-tengah jaman yang susah. Pada masa kekusaaan Raja Israel: Ahab, bangsa Israel mengalami kekacauan, perang saudara dan kelaparan. Semua orang mengalami masa yang sulit untuk bertahan hidup. Tuhan tetap memelihara hidup Elia dengan dikirimnya gagak yang membawa roti dan daging.
Mengingat mujizat pemeliharaan Tuhan yang unik dalam hidup Elia, mengingatkan kita akan karya Tuhan yang luar biasa member makanan gratis terhadap bangsa Israel selama 40 tahun di padang gurun. Bangsa Israel telah dibebaskan dari penjajahan Mesir dan mereka sedang mengikuti pimpinan Tuhan menuju tanah yang dijanjikan: Tanah Kanaan.
Beda antara kisah Elia dengan bangsa Israel di padang gurun adalah Elia seorang diri yang taat mengikut Tuhan sementara mayoritas bangsa Israel termasuk rajanya meninggalkan Tuhan. Kesamaan dari peristiwa Elia dan bangsa Israel adalah ketika mereka percaya dan taat kepada Firman Tuhan, maka Tuhan memelihara hidup mereka. Mereka sama-sama mendapat makan gratis di tengah-tengah keadaan sulit cari makanan.
Kenapa Elia mengikuti cara pimpinan Tuhan dengan sembunyi? Bukankah seharusnya Elia dengan lantang membawa Israel bertobat dengan pesan-pesan keras dari Tuhan? Bila kita mengkaji lebih lanjut di I Raja-raja 18: 10;17 dapatlah terlihat bahwa Ahab sebagai raja Israel bukannya bertobat atas hukuman Tuhan tetapi justru menyalahkan hamba Tuhan Elia sebagai akibat kesengsaraan rakyat Israel. Tuhan melindungi Elia di tepi sungai Kerit bukan sekedar untuk menjaga dan memelihara hidup Elia tetapi juga ada rencana Tuhan ketika genap datang waktunya Tuhan terhadap Ahab.
Hari ini keadaan jaman tidak jauh berbeda dengan keadaan Israel di pemerintahan Ahab. Maling teriak maling dan justru memprovokator orang banyak untuk menghakimi orang tidak bersalah. Ahab bersalah, berdosa dan mengakibatkan Israel sengsara, tetapi justru Ahab yang menuding Elia biang kerok segala kesengsaraan Israel. Banyak orang juga seperti Ahab bukannya bertobat dari dosanya tetapi semakin beringas dan menginjak-injak kebenaran.
Seolah-olah saat ini tidak ada tempat buat orang-orang seperti Elia. Aneh rasanya mendengar orang makan dan minum gratis. Jaman ini agaknya tidak ada yang namanya gratisan, semua harus bayar. Tidak masuk akal rasanya mentaati Tuhan dan kemudian menanti burung gagak memberi kita makan pagi dan petang.
Inti dari perikop ini bukan perihal makan gratis, tetapi ketaatan kepada Tuhan & pemeliharaannya yang unik. Alkitab tidak pernah memaksudkan dan mengajarkan bahwa orang percaya tidak usah bekerja dan dapat makan gratis. Alkitab juga tidak pernah mengajarkan bermalas-malasan dan berkat Tuhan turun dengan limpahnya.
Alkitab mengajarkan kepada kita sebagai orang percaya untuk mempercayai dan mentaati Tuhan walaupun melampaui dari apa yang dapat kita pikirkan dan bayangkan di hari depan. Ketika kita mengikut Tuhan Yesus dengan sepenuh hati, membaca Alkitab setiap hari, berdoa dan berusaha melakukan Firman Tuhan tampaknya hidup tidak selalu lancar dan baik. Tetapi bukan berarti pemeliharaan Tuhan yang unik tidak berlaku di jaman ini. Ada saatnya Tuhan mengutus 'burung gagak' dalam dimensi yang berbeda untuk memberkati kita. Bisa jadi'burung gagak'itu adalah gaji yang kita terima dari jerih lelah kita untuk diijinkan kerja. Ada kalanya 'burung gagak' itu berupa bonus dari atasan kita, tidak menutup kemungkinan berkat-berkat lain yang memang kita tidak kira sebelumnya.
Makan gratis? Siapa tidak mau. Saya juga mau kalau itu dikasih dan berkat dari Tuhan. Entah lewat burung gagak ataupun lewat media yang lain, setiap pemberian dan pemeliharaan patut kita syukuri dan gunakan dengan bertanggung jawab. Satu hal yang perlu kita ingat dibalik setiap berkat Tuhan yang ada pada kita adalah bahwa semua itu bukan ditujukkan untuk kepuasan kita semata-mata tetapi ada renana Tuhan yang berlangsung di dalam rangkaian sejarah dan keselamatan Allah dan tujuan dari semua yang Tuhan berikan adalah agar kita tetap taat mengikuti rencana-Nya. Jadi marilah kita tidak melupakan Tuhan, meskipun kita harus bekerja keras barulah mendapat berkat segudang. Marilah kita tetap ingat Tuhan di setiap pemeliharaan hidup kita yang unik ini. Amin.

Source : jeffrysudirgo-blogspot.jp